Pure Blood

Buzz This
Share

Combatent

Pure blood atau jika di artikan dalam bahasa indonesia berarti darah murni.  pure blood adalah penyihir yang mempunyai keturunan murni dari penyihir (bukan keturunan mugle / mugle).

Keturunan Pure-blood atau darah murni antara lain keluarga Malfoy, keluarga Weasley dan Keluarga Black. Keturunan Pure-blood sangat mengagung-agungkan statusnya, meskipun tidak semuanya begitu. keluarga black dan keluarga malfoy adalah 2 dari sekian banyak keturunan pure blood yang mengagung-agungkan statusnya. bahkan mereka sangat membenci mud blood (kelahiran muggle) Mereka menghina dan merendahkan Mud-Blood. Seperti yang dikatakan Draco Malfoy pada tahun kedua kepada Hermione Granger( Ayah dan Ibu Muggle). Walaupun begitu tidak semua keluarga berdarah murni senang dengan status mereka. Seperti keluarga Weasley, karena itu mereka membuat julukan untuk keluarga mereka, Blood Traitor.

Molly Weasley

Buzz This
Share


Nama : Molly Weasley (Molly prewett)

Tanggal lahir : 30 okt. 1950

Status Darah : Pure blod (wizard born)

Aliansi : Orde Phoenix, Keluarga weasley

Suami : Arthur Weasley

Anak - Anak : Bill, Charlie, Percy, Fred, George, Ron dan Ginny



seorang ibu rumah tangga, istri dari Arthur Weasley dan ibu dari Bill, Charlie, Percy, Fred, George, Ron dan Ginny. Molly yang juga anggota Orde Phoenix adalah kemenakan Ignatius Prewett (yang menikah dengan Lucretia Black).
Nama "Molly" kemungkinan berasal dari kata "mollycoddle" dalam bahasa Inggris yang berarti overprotektif terhadap seseorang. Arthur Weasley memanggilnya dengan nama "Mollywobbles" (bila mereka sedang berdua saja). Ketakutan terbesarnya adalah kematian anggota keluarga atau orang-orang yang dicintainya. Hal ini sangat wajar, karena saudaranya, Gideon dan Fabian Prewett, mati terbunuh. Itu sebabnya Molly benar-benar mengkhawatirkan keselamatan keluarganya. Setelah terjadi teror di Piala Dunia Quidditch, Molly benar-benar takut bahwa kata terakhir yang diucapkan pada Fred dan George adalah bahwa nilai OWL mereka tidak cukup tinggi. Dan dialah satu-satunya anggota keluarga Weasley yang menangisi kepergian Percy dari rumah.

Pada Tahun ke-6 anaknya bersekolah di hogwarts, Molly bertemu calon menantunya, Fleur, yang bertunangan dengan Bill. Ia semerta-merta tidak menyukai Fleur, seperti halnya Ginny dan Hermione, biarpun Molly enggan mengakuinya. Ia tidak habis pikir bagaimana Bill dan Fleur bisa saling mencintai, sementara karakter mereka begitu berbeda (dan juga kebangsaan). Molly menganggap pernikahan mereka terlalu terburu-buru, karena keadaan yang serba-tidak-pasti akibat teror Voldermort dan Pelahap Mautnya. Biarpun sebenarnya dia dan Arthur juga menikah di usia muda dan dalam waktu yang berbahaya pula. Ginny bahkan menyangka Molly mencoba menjodohkan Bill dengan Tonks dengan cara sering mengundang Tonks untuk makan malam, padahal sebenarnya Molly memberi nasihat pada Tonks mengenai masalah hubungan Tonks dengan Lupin. Molly akhirnya dapat menerima Fleur setelah Bill digigit oleh Fenrir Grayback dalam Serangan di Hogwarts. Molly mengira setelah Bill digigit (dan ada kemungkinan menjadi atau memiliki sifat manusia serigala) Fleur tidak akan mau menikahinya. Tapi Fleur mengejutkan Molly (dan semua orang) bahwa ia akan tetap mencintai Bill, dan demikian pula sebaliknya, dan bahwa luka-luka yang membekas pada Bill justru membuatnya bangga karena menandakan Bill adalah orang yang pemberani. Molly sangat menghargai pendapat Fleur ini dan akhirnya merestui hubungan mereka.


Molly menganggap Harry dan Hermione sebagai bagian dari keluarga Weasley. Harry terutama, diperlakukan dengan over-protektif karena dirinya yatim piatu dan tinggal dengan keluarga yang tidak memperlakukannya dengan baik. Ketika Molly membaca tulisan Rita Skeeter tentang cinta segitiga Harry, Hermione dan Krum, ia memperlakukan Hermione dengan dingin dan tidak ramah (mengiriminya telur paskah yang lebih kecil dibanding Harry maupun Ron) sampai Harry menjelaskan bahwa cerita tersebut hanyalah bohong belaka. Setelah itu Molly kembali memperlakukan Hermione seperti semula. Dalam Tahun kelima harry bersekolah di hogwarts, Molly membela Harry dan menyatakan bahwa ia sudah seperti anaknya sendiri.



Molly berusaha menjaga agar rumahnya teratur, sebuah tugas yang sulit dengan adanya Fred dan George. Molly sendiri sebenarnya tidak begitu taat pada peraturan, setidaknya ketika di Hogwarts, ia dan Arthur sering melanggar jam malam . Molly juga mengajar ketujuh anak-anaknya di rumah sebelum mereka masuk Hogwarts, tampaknya ini adalah sebuah alternatif selain menyekolahkan anak-anak penyihir di sekolah Muggle.
Molly tidak setuju pada Sirius Black dan Mundungus Fletcher. Sirius karena Molly menganggap Sirius bertintak terburu-buru dan tidak bertanggung jawab, sedangkan Mundungus karena dia seharusnya yang menjaga Harry ketika Harry diserang Dementor (dan nyaris membuatnya dikeluarkan dari sekolah) dan karena Mundungus membawa kuali curian ke Markas Orde Phoenix. Sirius juga tidak setuju pada Molly,
yang dianggapnya berlebihan dalam melindungi Harry dan memperlakukannya seperti anak kecil yang tidak bisa apa-apa. Namun baik Sirius dan Molly tampaknya berusaha meredam ketidaksetujuan mereka masing-masing, dan Molly tetap membantu Sirius untuk bersih-bersih dan memasak di Grimmauld Place.
Kematian Bellatrix Molly adalah orang yang berhasil mengalahkan dan membunuh Bellatrix Lestrange pada pertempuran Hogwarts dikarenakan Bellatrix mencoba membunuh anak perempuan satu-satunya yaitu Ginny Weasley pada Tahun Ke 7 Harry Potter di Hogwarts. Ia menantang Bellatrix dengan sebuah umpatan "Not my daughter, you bitch!" (diterjemahkan sebagai "Ojo anakku ASU!") hehehe. Kutukan Molly menghantam Bellatrix tepat di dadanya, membunuhnya seketika. Namun, dalam film, digambarkan Bellatrix meledak menjadi debu setelah terkena kutukan Molly.

Serangan Di Godric's Hollow

Buzz This
Share


Serangan di Godric's hollow pada malam natal tahun 1997, yang dilakukan Voldemort kepada Harry potter dengan menngunakan Nagini yang di "benamkan" di dalam jasad Bathilda Bagshot pada saat Harry berkunjung ke makam orang tuanya di Godric's Hollow. sebenarnya nagini di gunakan untuk penjebakan saja sampai sang pangeran kegelapan muncul dan membunuh Harry dengan tangannya sendiri.

Awal mula

Harry dan Hermione pergi ke Godric's Hollow untuk menemui Bathilda bagshot, sesampainya di Godric's Hollow Harry dan Hermione mengunjungi makam orang tua harry dan makam adik dari Dumbledore. dengan jubah gaibnya mereka menelusuri jalan sat menelusuri jalan harry sangat terkejut melihat sebuah rumah yang di tutupi tanamna liar dan terlihat sangat kotor, rumah yang tidak asing lagi baginya, rumah yang dulu di tinggalinya bersama kedua orang tuanya, dan di dalam rumah itu juga kedua orang tunya terbunuh. dari atas kayu lapuk itu muncul tulisan:
Di tempat ini, pada malam tanggal 31 Oktober 1981, James dan Lily Potter
kehilangan nyawanya. Anak mereka, Harry, merupakan satu-satunya penyihir
yang selamat dari kutukan kematian. Rumah yang dalam kondisi runtuh dan
tersembunyi dari muggle ini, telah dijadikan monumen untuk keluarga Potter,
dan pengingat bagi kekejaman yang menyakitkan bagi keluarga mereka.
setelah cukup lama berkeliling harry melihat wanita tua melambaikan tangannya, tanpa ragu harry menghampiri wanita itu dan bertanya "apakah anda Bathilda?" tanpa menjawab wanita itupun mangajak harry dan hermione masuk. rumahnya begitu jorok dan berbau busuk.

Serangan Nagini

Harry dan Hermione menanyakan beberapa hal kepada bathilda namun dia tetap tidak menjawab, bathilda hanya memberi isyarat untuk menuju ke lantai atas, tapi hermione ragu akan hal itu, wanita tua itu bertanya apakah dia adalah Potter? harry meyakinkan bahwa ia memeng Potter ia merasa Horcrux liontinya berdenyut sangat kencang, sesaat dia menyadari bahwa wanita tua itu berbicara dalam bahasa Parseltongue dan segera bekas lukanya terasa sangat panas, betapa terkejutnya mereka ketika ular "nagini" keluar dari jasad sang wanita tua.

sebelum harry sempat menggunakan mantra apa-apa nagini menggigitnya itu membuat tongkat harry terpelanting, mendengar suara gaduh dari atas hermione yang etap meunggu di bawah segera naik untuk melihat keadaan pada saat dia tahu kalau harry sedang dalam masalah dia mendorong nagini yang sedang menyerang harry. hermione merapalkan kutukan peledak yang menghancurkan seluruh isi ruangan termasuk tongkat milik harry.